GAYAM.NGAWIKAB.ID – Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin melambung tinggi membuat para petani memutar otak untuk tetap mendapatkan produksi tanaman yang terbaik. Padahal penggunaan pupuk kimia dapat merusak unsur hara di dalam tanah karena banyak pengurai yang mati. Hal tersebut membuat tanah menjadi keras sehingga sulit untuk dicangkul dan penyerapan air tidak tahan lama.

Oleh sebab itu sebagian petani di Desa Gayam beralih menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dapat digunakan untuk semua tanaman. Pupuk organik diperoleh dari kotoran hewan seperti sapi, kerbau, dan kambing. Sebelum digunakan, kotoran tersebut diproses terlebih dahulu dengan cara dicampur dengan beberapa unsur lain seperti tretes, bakteri pengurai, bekatul dan sebagainya. Pupuk organik dapat digunakan setelah diproses selama dua minggu. Apabila pupuk organik tidak diproses terlebih dahulu maka akan banyak bakteri yang menggangu tanaman terutama jamur dan banyak gulma yang tumbuh.

Harga pupuk organik relatif dan sangat terjangkau mulai dari Rp 5000 hinga 20.000. Untuk pupuk yang belum diproses harga berkisar dari Rp 3.000 hingga 10.000. Untuk pupuk yang sudah diproses harganya berkisar Rp 10.000 hingga 20.000. Harga tersebut sangat murah dibandingkan dengan harga pupuk kimia.

Di Desa Gayam banyak peternak hewan seperti sapi dan kambing. Kotoran dari hewan-hewan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Suparno Efendi (39) warga RT 06 RW 03 Dusun Kepuh Desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi menggunakan pupuk organik untuk menanam jagung pada lahan seluas 0,5 hektar dengan pupuk sebanyak 100 karung dengan berat sekitar 40 kg per karungnya.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian