GAYAM.NGAWIKAB.ID – Wayang merupakan mahakarya asli Bangsa Indonesia yang telah mendunia dan menjadi aset budaya. Saat ini pengrajin wayang di Indonesia sangat jarang. Ketika di daerah lain sudah jarang bahkan tidak ada pengrajin wayang, di Desa Gayam masih ada pengrajin wayang yang masih aktif diusia 85 tahun, Bapak Sujono namanya. Bapak Sujono tinggal di RT 03 RW 02 Dusun Munggur Desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Bapak Sujono telah menggeluti profesi sebagai pengrajin wayang sejak tahun 1961. Hasil karyanya telah diakui oleh Dewan Kesenian Daerah (DKD) Ngawi. Sujono muda memiliki hobby membuat anyaman, membuat ukiran kayu, dan membuat wayang. Dari berbagai hobby ini, Sujono muda lebih menekuni pembuatan wayang karena lebih menjanjikan.

Untuk membuat wayang, Bapak Sujono membutuhkan waktu 10 hari mulai dari pencucian lulang (kulit kambing atau sapi) sampai pemasangan cempurit. Bapak Sujono membeli lulang kambing seharga Rp 15.000. Untuk lulang sapi, biasanya dibeli seharga Rp. 1.000.000 dengan catatan kulit tersebut sudah dikerok. Lulang sapi biasanya dipotong-potong menjadi beberapa bagian dan selanjutnya digunakan untuk membuat wayang.

Pada tahap awal, lulang kambing atau sapi biasanya di cuci terlebih dahulu menggunakan sabun kemudian dikeringkan selama tiga hari. Setelah lulang kering, maka lulang dikerok untuk menghasilkan permukaan yang lebih halus. Selanjutnya lulang tersebut digambari dengan motif wayang seperti buto, gatot kaca, janaka, werkudara, kresna dan lain sebagainya. Setelah itu lulang ditatah atau dibentuk sesuai dengan motif wayang dan diberi warna menggunakan pewarna bubuk khusus untuk pembuatan wayang. Tahap terakhir adalah pemsangan cempurit, biasanya Bapak Sujono membeli cempurit dari Solo.

Untuk satu buah wayang harganya bervariasi tergantung ukuran dan kerumitan dari motif wayang, mulai dari Rp 300.000 hingga jutaan rupiah. Selama ini banyak orang yang datang kerumah Bapak Sujono untuk memesan wayang. Orang-orang tersebut biasanya sudah membawa lulang dari sapi atau kambing. Orang dari berbagai daerah biasanya berdatangan ke rumah Bapak Sujono untuk sekedar melihat atau berfoto bersama wayang. Selain itu Bapak Sujono sering diundang dan mengikuti festival keseninan wayang. Bapak Sujono berpesan agar generasi milenial mencintai budaya asli Bangsa Indonesia yaitu Wayang.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian