GAYAM.NGAWIKAB.ID – Siapa yang tak kenal tahu dan tempe. Makanan berprotein tinggi ini menjadi menu pilihan bagi mayoritas masyarakat di Indonesia karena memiliki nilai ekonomis yang terjangkau. Pasangan suami istri bernama Bapak Sutrisno (57) dan Ibu Komsatun (52) telah menggeluti usaha dibidang pembuatan tahu sejak tahun 1995. Usaha tersebut merupakan warisan dari orang tua Ibu Komsatun yang ada sejak tahun 1955. Sebagai pengusaha tahu pertama di Desa Gayam, Komsatun mengatakan bahwa harga kedelai pada tahun 1995 dibawah Rp 1.000 dan saat ini harga kedelai mencapai Rp 8.000 per kilonya bahkan terkadang jumlah produksi kedelai dari petani dalam negeri tidak mencukupi permintaan sehingga harga di pasaran melambung tinggi.

Usaha produksi tahu di Indonesia masih banyak yang menggunakan alat-alat konvensional seperti pembuatan tahu legend milik Ibu Komsatun. Cara pembuatan tahu adalah sebagai berikut

  • Kedelai direndam dalam air bersih selama 4 – 10 agar kedelai mengembang dan ‚Äčlebih mudah untuk digiling.
  • Kedelai digiling dan tambahkan sedikit air untuk memperoleh tekstur yang halus.
  • Kedelai direbus dan ditambahkan air sambil diaduk agar tidak menjadi buih.
  • Kedelai kemudian disaring dengan kain saring tahu dan diperas. Ampas dari kedelai dapat dimanfaatkan untuk membuat tempe dengan cara dikukus kemudian diberi ragi tempe. Selanjutnya ampas tersebut dibungkus dan tunggu sampai dua hari hingga ampas menjadi tempe.
  • Kedelai yang sudah disaring berbentuk seperti sari kedelai dan ditambahkan larutan pengendap sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
  • Tunggu sampai sari kedelai mengendap. Selanjutnya sari kedelai dapat dicetak dan siap untuk dimasak.
  • Apabila ingin membuat tahu gembus, maka tahu digoreng lebih lama dengan minyak yang banyak.

Tahu produksi Ibu Komsatun dijual di Ngrayudan dan Jogorogo dengan harga bervariasi mulai dari Rp 200 hingga 400 per bijinya. Menggeluti usaha pembuatan tahu memberikan untung yang tidak besar namun usaha tahu di Indonesia tak akan pernah mati karena banyak diminati masyarakat. Namun seiring adanya wabah COVID-19, pendapatan dari penjualan tahu milik Ibu Komsatun turun hingga 40%. Demikian sekilas tentang UKM pembuatan tahu legend dari Desa Gayam.

Baca: IDE KREATIF PEMANFAATN LIMBAH TALI STRAPPING

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian