GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pada tahun 2000 bulan November telah terjadi banjir bandang akibat kebakaran hutan Lawu yang meluas akibat kemarau panjang selama sembilan bulan. Sehingga pada musim penghujan tiba terjadi erosi karena tanah gundul yang menyebabkan banjir yang disertai dengan lumpur. Arus air banjir yang begitu besar menyebabkan tanaman dan tumbuhan di sekitar sungai rusak dan ada tiga jembatan yang terputus yaitu Kretek Kapal, Winong dan Proliman Gayam dan mengakibatkan satu rumah hanyut terbawa banjir milik Alm. Sukar yang berada 50 meter dari sungai.

Selain itu banjir membawa material berupa batu besar dan pasir. Akibat dari banjir tersebut bisa menjadi mata pencahariaan warga yang ada di tepi sungai yaitu mencari pasir dan batu untuk membangun rumah. Untuk material batu ukuran 2 x 3 digunakan untuk pembangunan jalan aspal dari pintu masuk Desa Gayam hingga perlimaan Dusun Gayam sepanjang 2,5 km.

Renovasi rumah warga yang terdampak banjir

Akibat banjir banyak tanah persawahan yang rusak. Warga melakukan gugur gunung, membantu warga yang terdampak bajir. Untuk mengatasi banjir susulan, Kepala Desa Gayam waktu itu memiliki inisiatif membuat sudetan sungai yang jauh dari pemikiman penduduk dengan mendatangkan alat-alat berat. Dampak positif dari banjir bandang tersebut adalah menciptakan lapangan kerja baru yaitu masyarakat mencari batu hingga lima tahun dan tanah irigasi menjadi subur karena banjir membawa tanah humus.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian