GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pembelajaran jarak jauh memaksa anak-anak untuk belajar dari rumah. Kegiatan ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan sejak pandemi COVID-19. Anak-anak yang merasa jenuh mulai mencari alternatif hiburan dengan bermain permainan tradisional seperti layang-layang dan kelereng.

Mereka memilih dua permainan ini karena tidak membutuhkan banyak biaya. Biasanya anak-anak membeli bahan-bahan untuk membuat layang-layang dan merangkainya sesuai keinginan mereka. Hanya dalam waktu 20 menit mereka berhasil merangkai layang-layang yang mereka inginkan.

Anak-anak biasanya bermain layang-layang di tanah lapang atau di sawah. Sebelum bermain mereka memastikan kondisi angin yang tidak terlalu kencang agar layang-layang mereka dapat membubung ke atas dengan sempurna. Anak-anak Desa Gayam biasanya bermain di sore hari ketika matahari sudah tidak terlalu panas. Cukup bermain layang-layang selama satu jam dapat menghibur suasana hati dan menghilangkan kejenuhan.

Selain layang-layang, anak-anak juga suka bermain kelereng. Seperti anak- anak yang sedang bermain asik sambil bercanda di gardu pos kamling. Kelereng dengan harga murah meriah dapat mereka beli dengan mudah di toko menggunakan uang saku mereka. Bahagia memang tidak harus mahal, yang penting adalah hati kita senang.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian