GAYAM.NGAWIKAB.ID – Rangga Aprilianto merupakan anak pasangan dari Sumarno dan Darwati yang lahir di Ngawi pada 14 April 2007. Saat ini Rangga duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 1 Kendal. Sejak kecil Rangga tinggal bersama kakeknya yang bernama Sukardi. Kakeknya yang berpofesi sebagai pembajak sawah sering mengajak Rangga kecil ke sawah untuk menemaninya. Hal ini terjadi terus menerus dan Rangga kecil melihat, mencermati, mempelajari dan merekam apa yang dilakukan oleh kakeknya.

Tinggi bajak yang hampir dua meter dan jarak stang kemudi yang hampir satu meter terlihat mustahil untuk ditaklukkan Rangga yang hanya memiliki tinggi 135 cm pada saat itu. Namun Rangga tidak kehabisan akal, dia melompat untuk dapat meraih stang kemudi. Ketika bajak sudah berjalan, Rangga bergelantungan di stang kemudi untuk mengemudikan bajaknya. Hingga suatu hari, Rangga berhasil menggantikan kakeknya untuk membajak sawah ketika kakekknya sedang beristirahat.

Sejak usia 8 tahun, Rangga sudah bisa mengemudikan bajaknya sendiri. Ketika musim panen tiba, Rangga membajak sawah sehabis pulang sekolah. Untuk membajak satu lokasi biasanya dapat diselesaikan dalam waktu satu hari dan mendapat upah sebesar Rp. 150.000. Upah ini tergantung dengan luas lahan yang dikerjakan. Upah tersebut digunakan untuk pembelian solar, sewa bajak dan upah tenaga. Terkadang Rangga “nglembur” pada malam hari. Dalam satu hari biasanya Rangga dapat membajak sawah selama tujuh jam. Rangga kecil yang terbiasa ikut kakeknya kini sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Uang yang diperoleh Rangga digunakan untuk keperluan sekolahnya dan ditabung. Kecintaannya pada bajak membuatnya suka untuk mengutak-atik bajak. Dia berhasil memperbaiki lampu depan bajak yang rusak dan memodifikasi lampu bajak. Karena kecintaannya Rangga bercita-cita untuk menjadi seorang Montir Bajak.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian