GAYAM.NGAWIKAB.ID – Rebo Wekasan berasal dari kata Rebo yang berarti Rabu dan pungkasan yang bermakna terakhir. Rabu Wekasan yaitu malam Rabu terakhir (wekasan) di bulan Shafar yang diyakini masyarakat sebagai hari diturunkannya malapetaka selama setahun. Sebagian orang ahli ma’rifat mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala’ (bencana) yang berjumlah 320.000 Rabu terakhir di bulan Shafar. Oleh sebab itu, masyarakat melakukan ritual-ritual tertentu untuk menolak bala’ atau kesialan yang jatuh pada Rabu (14/10/2020)

Ritual Rebo Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa. Ritual Rebo Wekasan secara umum dilakukan dengan shalat, doa, potong tumpeng, dan membagikan air Salamun. Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Munggur Desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Mereka melakukan kegiatan Rebo Wekasan pada siang hari di Masjid Nurul Huda.

Kegiatan tersebut dimulai dengan shalat berjamaah, membaca doa-doa, membagikan air salamun dan potong tumpeng. Warga Dusun Munggurberbondong-bondong pergi ke masjid dengan membawa botol untuk diisi dengan air salamun yang sudah didoakan dan dipercaya bisa menjadi penolak bala dan marabahaya.



Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian