GAYAM.NGAWIKAB.ID – Di era modern ini, tradisi jimpitan masih tetap eksis di Dusun Bulak, Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Jimpitan berasal dari kata ‘jumputan’ atau ‘menjumput’ yang berarti mengambil sedikit. Jimpitan sendiri merupakan sebuah tradisi mengumpulkan iuran rutin dalam bentuk uang dalam suatu wadah berbentuk gelas plastik bekas atau kaleng kecil yang digantungkan di depan atau samping rumah warga di Dusun Bulak.

Suwarno selaku Kasun Bulak mengatakan bahwa tradisi jimpitan adalah kearifan lokal yang dimiliki warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun kesejahteraan warga secara mandiri.

Jimpitan telah berjalan selama 8 bulan. Secara sukarela warga Dusun Bulak menaruh uang di wadah kecil yang digantung di depan rumahnya. Lalu, petugas ronda bersama Kasun Bulak akan mengumpulkannya setiap sabtu malam.

Uang-uang yang terkumpul menjadi uang kas dusun yang digunakan untuk kesejahteraan warga Dusun Bulak. Saat ini uang kas yang terkumpul digunakan untuk penerangan jalan dusun seperti membeli tiang lampu, kabel dan instalasi listrik.


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian