GAYAM.NGAWIKAB.ID – Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, jumlah UKM mencapai 64 juta atau 99,9% dari jumlah keseluruhan pelaku usaha di Indonesia. Dilansir dari bi.go.id, UKM memiliki kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto ( PDB) > 60%.

Namun, pandemi Covid-19 bisa membawa perekonomian Indonesia ke arah resesi. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku UKM untuk tetap survive. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45% UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan. 

Di masa pandemi, pelaku UKM tidak hanya dituntut untuk mengefisiensi biaya produksi, namun juga melakukan digital marketing. Hal ini sejalan dengan peningkatan penjualan di e-commerce yang mencapai 26% di masa pandemi. Realitanya, hanya sekitar 13% dari 64 juta UKM yang sudah terhubung dengan ekosistem digital. Mungkin karena pelaku UKM lebih memprioritaskan operasional rutin daripada membangun aset digital.

Di era revolusi industri 4.0, sangat penting mengubah mindset pelaku UKM untuk go digital. Pemerintah melalui berbagai kementerian terus berupaya melakukan pemulihan perekonomian melalui transformasi digital UKM. Misal, Kementerian BUMN meluncurkan platform PaDi dan Kementerian Koperasi dan UKM memberikan pelayanan konsultasi hukum bagi pelaku UKM melalui portal www.JDIH.Kemenkopukm.go.id.

Tantangan terbesar digital marketing adalah keterbatasan pengetahuan pelaku usaha dalam menggunakan kanal promosi yang efektif seperti sosial media, website dan marketplace. Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dibutuhkan guna medorong transformasi digital UKM.

Kasi Pengembangan Ekosistem (PE) E-Gov Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab. Ngawi Noor Soemadijo mengatakan bahwa pengelolaan aset digital UKM dapat meningkatkan kemajuan UKM di masa pandemi. Tantangannya adalah kreativitas, inovasi dan pengelolaan aset digital secara konsisten.

Berdasarkan hasil survey, Operator Website Desa Gayam Mega Kusuma memaparkan bahwa sebagian besar website desa di Indonesia hanya menampilkan daftar UKM. Diskominfo Ngawi menggandeng Pemerintahan Desa untuk terus berupaya mengoptimalkan penggunaan website desa, tidak hanya sebagai media informasi namun juga sebagai platform pemesanan home industry, promosi produk UKM dan tempat wisata lokal. Hal ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital UKM di Kab. Ngawi.

Produk UKM dan home industry dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. Pemasaran produk disertai dengan gambar dan sosial media pelaku usaha seperti Facebook dan WhatsApp untuk memudahkan komunikasi mengenai ketersediaan produk, detail, harga dan distribusi. Fitur share location ditambahkan untuk memudahkan pencarian lokasi usaha. Konsumen juga dapat mengajukan pertanyaan atau memberi review produk dengan memanfaatkan kolom komentar.

Pelaku UKM dapat memberikan story telling yang memiliki selling poin sehingga dapat menarik minat konsumen. Story telling tersebut menjadi konten digital dibalik usaha para pelaku UKM.

Tanaman Hias dan Bonsai

Kripik Pare dan Krupuk Bawang

HIBURAN

Peningkatkan performa Search Engine Optimization (SEO) dilakukan dengan menambahkan keyword pada focus keyphrase yang terdiri dari satu kata atau lebih. Usahakan menggunakan keyword yang berbeda untuk setiap konten. Isi SEO title dengan judul yang sesuai dengan konten. Tuliskan deskripsi menarik yang mengandung keyword untuk menggambarkan isi konten pada meta description. Isi alternative text pada gambar untuk memudahkan pencarian gambar.

Search Engine Optimization (SEO)

Kecepatan loading juga menjadi prioritas dalam meningkatkan produktivitas penjualan. Google mencatat, sebanyak 53% pengunjung website meninggalkan halaman website yang memiliki waktu loading lebih dari 3 detik. Selain itu, pengoptimalan tampilan website (UI/UX) untuk mobile dengan menggunakan responsive theme untuk meningkatkan kenyamanan user.

Dengan adanya transformasi digital UKM dapat meningkatkan daya saing pada pasar global dan meningkatkan perekonomian di Kab. Ngawi. Warga dapat meminta ijin pada perangkat desa jika ingin mempromosikan UKM mereka. Pemasaran produk melalui website desa adalah gratis sehingga tidak menguras banyak biaya.

Dari hasil survey, Mega Kusuma memaparkan bahwa UKM warga mulai dikenal luas sejak dipromosikan melalui website desa. Banyak konsumen dari luar Ngawi yang berdatangan untuk membeli. Dengan adanya artikel ini diharapkan mampu memotivasi pemerintah desa dan pelaku UKM agar dapat bersinergi untuk mewujudkam entrepreneur village yang mampu meningkatkan perekonomian nasional Indonesia.


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian