GAYAM.NGAWIKAB.ID – Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan Covid-19 harus memenuhi spesifikasi khusus. Hal itu sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan dalam buku Standar Alat Pelindung Diri Dalam Managemen Penanganan Covid-19.

Lantas, seperti apa spesifikasi standar APD untuk penanganan Covid-19, berikut penjelasannya, dimulai dari masker.

Masker Bedah (Surgical Mask)

Masker bedah berfungsi melindungi pengguna dari partikel yang dibawa melalui udara (airborne particle), droplet, cairan, virus atau bakteri.

Untuk material, masker bedah terbuat dari non woven spunbond meltblown spunbond (sms) dan spunbond meltblown meltblown spunbond (smms).

Dalam penggunaannya, masker bedah hanya sekali pakai (Single Use) dan selepas penggunaan tidak bisa dipakai lagi untuk APD. Masker bedah tidak direkomendasikan untuk penanganan langsung pasien terkonfirmasi Covid-19.

Secara kemampuan, masker bedah harus dapat menahan penetrasi cairan, darah dan droplet.

Secara fisik, bagian dalam dan luar masker harus terindentifikasi dengan mudah dan jelas melalui warna yang berbeda. Penempatan masker pada wajah longgar (loose fit). Masker dirancang agar tidak rusak dengan mulut (misalnya berbentuk mangkok atau duckbill).

Masker bedah juga harus memiliki Efisiensi Penyaringan Bakteri (bacterial filtration efficiency) 98%. Dengan masker ini pengguna dapat bernafas dengan baik saat memakainya (Differential Pressure/∆P < 5.0 mmH2O/ cm2).

Jenis Masker bedah juga harus lulus uji Bacteria Filtration Efficiency in vitro (BFE), Particle Filtration Efficiency, Breathing Resistance, Splash Resistance, Dan Flammability.

Respirator N95

Respirator N95 atau biasa disebut Masker N95 difungsikan melindungi pengguna atau tenaga kesehatan dengan menyaring atau menahan cairan, darah, aerosol (partikel padat di udara), bakteri atau virus.

APD Respirator N95 terbuat dari 4-5 lapisan (lapisan luar polypropilen, lapisan tengah electrete (charged polypropylene) dengan frekuensi penggunaan sekali pakai (Single Use).

Secara fisik, Respirator N95 harus menempel ketat pada wajah (tight fit). Masker dirancang untuk tidak dapat rusak dengan mulut (misalnya berbentuk mangkok atau duckbill) dan memiliki bentuk yang tidak mudah berubah.

Berikutnya, Respirator N95 harus memiliki efisiensi filtrasi baik dan mampu menyaring sedikitnya 95% partikel kecil (0,3 micron). Kemampuan filtrasi Respirator harus lebih baik dari masker bedah, karena dipakai dalam penanganan langsung pasien terkonfirmasi Covid-19.

Sekalipun berlapis, Respirator N95 harus bisa digunakan bernafas dengan baik saat memakainya (Differential Pressure/∆P < 5.0 mmH2O/ cm2).

Masker jenis ini juga harus lulus uji Bacteria Filtration Efficiency in vitro (BFE), Particle Filtration Efficiency, Breathing Resistance, Splash Resistance, dan Flammability.


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian