GAYAM.NGAWIKAB.ID – Diketahui seluas 70% areal pertanian di Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi ditanami komoditas padi. Kelembapan pada musim penghujan dapat mengganggu pertumbuhan tanaman padi karena adanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) berupa jamur dan bakteri. Oleh sebab itu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi dan Kelompok Tani (Poktan) Desa Gayam melakukan pengamatan tanaman padi berusia 45 s/d 60 HST (Hari Setelah Tanam), Selasa (2/2).

Baca Juga: Potensi Pertanian di Desa Gayam

Dari hasil pengamatan tersebut ditemukan 8 Ha tanaman padi yang terpapar jamur pyicularia oryzae. Jamur pyicularia oryzae menimbulkan adanya bintik-bintik kecil pada daun berwarna ungu kekuningan dan dapat segera menyebar pada kelembapan tinggi. Untuk mengantisipasi perluasan sebaran jamur, BPP Kendal mengadakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT berupa jamur pyicularia oryzae di Desa Gayam, Kamis (4/12).

Hadir pada kegiatan tersebut, Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kendal, Kaur Perencanaan dan Kepala Dusun Kepuh. Gerdal OPT pyicularia oryzae dilaksanakan di areal persawahan yang terpapar jamur pyicularia oryzae. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan diawali penjelasan tentang jamur dan bakteri serta pencegahannya oleh Pengamat Hama dan Penyakit Tanaman BPP Kendal Siswanto. Siswanto mengungkapkan setelah pengamatan, BPP mengajukan permohonan bantuan fungisida dan bakterisida stimulan pada Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.

Siswanto dibantu petani setempat mencampur fungisida dan bakterisida dengan air. Warga yang sawahnya terapapar pyicularia oryzae didata oleh PPL Desa Gayam Aziz Febry Atmoko dan mendapatkan bantuan fungisida dan bakterisida sesuai dengan luas lahan yang terpapar. 200 ml fungisida dapat digunakan untuk 1 tangki semprot. Fungisida dan bakterisida tersebut hanya mampu bertahan selama 24 jam sehingga Aziz Febry Atmoko menghimbau warga untuk segera menyemprotkan obat tersebut. Sekitar 60 warga yang sawahnya terpapar telah mendapatkan obat tersebut.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Desa Gayam Suyadi mengatakan bahwa Gerdal dilaksanakan agar OPT tidak melakukan kerusakan lebih luas dan menekan pergerakannya ke tempat lain. Suyadi berharap dengan adanya Gerdal dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas padi yang dihasilkan.


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian