KEISTIMEWAAN TANAMAN LUMUT SUPER MILIK PAK CIPTO

KEISTIMEWAAN TANAMAN LUMUT SUPER MILIK PAK CIPTO

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pemilik nama lengkap Sucipto (65) merupakan satu-satunya petani lumut di Desa Gayam dan mungkin satu-satunya petani lumut di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Pria yang beralamat di RT 03 RW 01 Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi ini secara tidak sengaja memulai bisnis budidaya lumut pada tahun 2019. Awalnya Bapak Sucipto memanfaatkan lahan pertanian miliknya untuk Mina Padi pada tahun 2018. Orang yang akrab disapa dengan panggilan Pak Cipto ini menanam padi di sawahnya dan menggali bagian pinggir sawahnya sedalam setengah meter. Kemudian dia memelihara ikan nila pada sawah tersebut.

Area yang telah digali oleh Pak Cipto ditumbuhi tanaman lumut liar dan hampir setiap hari Pak Cipto membuang lumut-lumut tersebut. Hingga pada suatu hari ada beberapa orang yang mengambil lumut tersebut untuk memancing dan mengatakan bahwa lumut tersebut laku jika dijual dan lebih menjanjikan. Tapi, waktu itu Pak Cipto belum percaya hingga akhirnya ada penjual lumut yang mendatangi sawahnya dan mengatakan bahwa dia akan membeli lumut-lumut dari Pak Cipto. Akhirnya Pak Cipto memutuskan untuk beralih menanam lumut.

Pak Cipto menggali sawah dengan ketinggian 70 cm. Untuk menghindari longsor, Pak Cipto menambahkan jaring di bagian pinggir. Tidak lupa Pak Cipto menambahkan pupuk cair yang bernama Manutta Gold. Dari lumut yang hanya sedikit kini sudah terdapat lima petak tanaman lumut.

Pada musim kemarau tanaman lumut tersebut kurang laris karena banyak orang-orang yang mengambil lumut dari sungai. Pada musim tersebut, air harus terus mengalir agar tanaman lumut tidak mati karena kepanasan. Pada umumnya, tanaman lumut dapat tumbuh dengan cepat pada musim penghujan. Ketika sudah tua maka lumut-lumut tersebut akan mengambang dan turun lagi ke dasar menjadi bibit baru.

“Aku ingin memelihara ikan mbak, tapi ketemunya lumut”, kata Pak Cipto sambil memandangi tanaman lumutnya. Saat ini Pak Cipto sedang memanfaatkan lahan yang ditanami lumut untuk tumpang sari yaitu untuk memelihara ikan. “Lumutnya bisa dijual harian dan ikannya dijual bulanan”, ungkap Pak Cipto. Ikan yang dipelihara Pak Cipto antara lain ikan koi, ikan tombro, dan ikan gabus. Ikan – ikan tersebut dipelihara ketika masih kecil sampai dengan lebarnya sekitar lima cm. Ketika ikan sudah besar maka ikan-ikan tersebut harus dipindah. Hal ini karena ketika ikan sudah besar maka dia akan mencari makanan dibawah lumut sehingga dapat merusak tanaman lumut.

Pak Cipto menjual tanaman lumutnya secara harian maupun bulanan. Pak Cipto mengambil lumut tersebut menggunakan jaring. Setiap hari banyak pemancing yang berdatangan untuk membeli lumut Pak Cipto. Harga satu ceting kecil adalah Rp. 10.000. Setiap bulannya penjual lumut dari Ngawi datang untuk memanen lumut Pak Cipto. Dalam satu bulan, Pak Cipto dapat memanen empat karung lumut dengan harga perkarungnya adalah Rp 250.000.

Banyak pemancing yang memuji lumut milik Pak Cipto, mereka mengatakan bahwa lumut Pak Cipto lebih tahan lama karena dapat bertahan hingga tiga hari. Selain itu pemancing-pemancing tersebut mengatakan keistimewaan memancing menggunakan lumut Pak Cipto adalah ikan besar dan ikan kecil mau makan tanpa ada campuran pelet. “Biasanya hanya ikan-ikan besar yang mau memakan tanaman lumut dan itupun masih perlu dicampur dengan pelet” ungkap Pak Cipto.

Pak Cipto penasaran dengan tanaman lumutnya, kemudian dia diberi tahu temannya untuk menguji kualitas dari tanaman lumutnya dengan cara didiamkan selama setengah jam. Apabila baunya seperti santan maka lumut tersebut kualitasnya super. Pak Cipto kemudian mengambil lumut dan mendiamkan selama setengah jam dan benar ketika dicium lumut tersebut berbau santan. Ada banyak pemancing yang mencoba untuk membudidayakan tanaman lumut dari tempat Pak Cipto namun selalu gagal. Ada yang tumbuh namun jenis lumutnya berbeda. Saat ini lumut Pak Cipto digunakan untuk penelitiaan pupuk melon oleh temannya. Beliau mengatakan bahwa setelah menggunakan pupuk lumut, tanaman melon dapat tumbuh dengan cepat. Saat ini temannya sedang mengembangkan penelitian pupuk yang terbuat dari lumut.

Share and Enjoy !

Shares
POTRET MEMPESONA TANAMAN BONSAI

POTRET MEMPESONA TANAMAN BONSAI

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Bonsai merupakan miniatur pohon yang ditanam didalam pot atau tanaman yang dikerdilkan. Bonsai merupakan seni yang berasal dari Jepang. Di Jepang, bonsai digunakan sebagai warisan yang mana semakin tua usianya maka semakin bagus. Tanaman bonsai mulai merambah tanah air sejak tahun 1980. Di Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi terdapat kelompok petani Bonsai yang bernama Paguyuban Bolo Bonsai Kendal yang telah berdiri sejak empat bulan yang lalu dengan jumlah anggota 25 orang.

Ari Sukamto (31) warga RT 03 RW 01 Desa Gayam merupakan petani yang menggeluti tanaman hias jenis bonsai sejak tiga tahun lalu. Jenis tanaman bonsai lokal yang dikoleksinya adalah serut, wahong, loak, dan sisir. Sedangkan jenis tanaman bonsai impor yang dikoleksi antara lain sancang dari Taiwan, beringin kimeng dari Taiwan, anting putri dari Vietnam, sianci dari Taiwan dan waru dari Taiwan.

Proses pembuatan tanaman bonsai mulai dari pengambilan bibit dari alam sampai terbentuknya design membutuhkan waktu minimal satu tahun dengan kondisi subur. Semua tanaman bisa dijadikan bonsai. Tapi, untuk medaptkan hasil yang maksimal pilihlah tanaman yang daunnya bisa mengecil dan juga memiliki umur yang panjang.

Untuk membuat bonsai, Ari Sukamto mengambil bibit dari alam dengan cara didongkel, cangkok, stek dan semai biji. Khusus untuk semai biji, biji ditanam di tanah. Proses pertumbuhan biji di tanah lebih cepat daripada didalam pot karena nutrisi didalam pot terbatas. Apabila target tanaman sudah terepnuhi maka tanaman tersebut dipindah ke dalam pot untuk selanjutnya di konsep design. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal petani bonsai harus memahami anatomi pohon seperti cabang, batang, akar, dan ranting dalam mendesaign tanaman bonsai. Setiap pohon memiliki style yang berbeda – beda misalnya pohon tegak lurus, miring, pohon ambruk dan sebagainya yang bisa menjadi andalan dalam membuat design. Misalnya pohon beringin cenderung menonjolkan kekekaran akarnya atau termasuk gaya tegak dan tanaman serut dapat menggunakan gaya abstrak atau gaya bebas yang diadopsi dari alam.

Ketika tanaman sudah dimasukkan kedalam pot maka membutuhkan nutrisi yang seimbang. Tanaman Bonsai dipupuk menggunakan pupuk Dekastar atau NPK. Pemberian pupuk Dekastar dalam jumlah banyak tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan bonsai. Sedangkan penggunaan Urea dan ZA membuat daun-daunnya gosong. Selain itu ada pula yang menggunakan pupuk kandang dan fermentasi. Untuk media tanam dapat meggunakan media tanah biasa, pasir kali dan tanah humus yang berasal dari gunung atau diperoleh dibawah pohon bambu. Saat ini penggunaan pasir malang sedang menjadi tren di kalangan petani Bonsai.

Saat ini hanya sedikit tanaman dari alam yang bagus. Sehingga banyak petani yang membudidayakan tanaman dalam jumlah banyak di tanah. Ari Sukamto melakukan budidaya tanaman dalam jumlah banyak sejak satu tahun terkahir. Namun, di Jogja dan Sragen sudah membudidayakan tanaman sejak 10 tahun yang lalu. Selain itu budidaya dalam jumlah banyak dilakukan karena apabila kurang maksimalnya hasil yang diperoleh dari alam dan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Pembuatan tanaman bonsai lebih bagus pada musim kemarau karena mendapatkan sinar matahari yang cukup, namun bonsai-bonsai tersebut harus harus mendapatkan air yang cukup. Kendala yang dialami oleh petani bonsai adalah kondisi yang terlalu lembab, kurangnya sinar matahari dan searangan hama seperti ulat dan cambuk.

Keindahan bonsai bisa dilihat dari dahan, ranting, daun dan akar pohonnya, dan juga pot yang digunakan berukuran sangat kecil. Nilai jual tanaman bonsai dapat dilihat dari jenis tanaman, ukuran dan designnya. Semakin indah designnya maka harganyapun semakin mahal. Ari Sukamto mengatakan bahwa harga bonsai yang dijualnya bervariasi. Bibit tanaman bonsai dijual seharga Rp 5.000 sd 100.000, bibit di tanah dan dipastikan sudah siap untuk dikembangkan dijual seharga Rp 50.000 sd 500.000, bonsai sudah didesign dijula seharga Rp100.000 sd 5.000.000. Adanya pandemi COVID -19 tidak mempengaruhi pendapatan dari Ari Sukamto. Dalam satu bulan Ari mendapat pemasukan 700.000 hinga 1.500.000 dari penjualan bonsai. Dengan adanya tanaman bonsai banyak bermunculan pengrajin pot.

Ari Sukamto memanfaatkan tanaman bonsai untuk bisnis, hiasan dan juga mengikuti ajang perlombaan. Penilaian perlombaan tanaman bonsai tidak hanya dari segi keindahan tapi juga kriteria anatomi pohon. Tanaman bonsai Ari Sukamto sudah pernah mengikuti perlombaan yang diadakan di Sragen dan edukasi di Ngrambe, Ngawi. Ari Sukamto mendapatkan sertifikat B untuk tanaman bonsainya.

Share and Enjoy !

Shares
TUMPANG SARI MENJADI ALTERNATIF DISAAT HARGA UBI MENURUN

TUMPANG SARI MENJADI ALTERNATIF DISAAT HARGA UBI MENURUN

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Tumpang sari merupakan suatu sistem penanaman dua tanaman atau lebih dalam satu lahan pada waktu bersamaan. Penanaman menggunakan sistem tumpang sari sudah ada sejak zaman dahulu. Namun saat ini hanya sedikit petani yang menerapkan sistem tumpang sari karena minimnya pengetahuan. Hanya sebagian kecil petani di Desa Gayam telah menerapkan sistem tumpang sari kena sebagian besar petani belum tahu tentang manfaat tumpang sari.

Tumpang sari dinilai lebih efisien karena dapat menambah hasil panen yang lebih banyak dan bisa menopang kegagalan panen tanaman lainnya. Pola tanam tumpang sari dapat diterapkan kapan saja. Namun dalam menentukan jenis tanaman yang akan ditumpangsarikan sebaiknya disesuaikan dengan ketersediaan air yang ada selama pertumbuhan untuk menghindari persaingan penyerapan hara dan air antar tanaman.

Letak geografis Desa Gayam sangat mendukung keberhasilan pola tanam tumpang sari seperti ketersediaan air, kesuburan tanah, dan sinar matahari. Desa Gayam memiliki tanah bertekstur padat sehingga tidak cocok untuk tanaman kentang dan kedelai yang membutuhkan tekstur tanah gembur. Selain itu tanaman wortel juga tidak cocok ditanam karena tekstur tanah yang padat dan suhu yang kurang stabil. Tanaman yang cocok ditanam di Desa Gayam adalah jagung, ubi rambat, dan sayur-sayuran. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan di Desa Gayam contohnya jagung dengan sawi, kacang tanah dengan daun bawang, dan padi dan ubi jalar.

Dampak menurunya harga ubi membuat petani ubi di desa gayam beralih ke pola tanam tumpang sari. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Suwandi warga RT 01 RW 02 Dusun Munggur dan Bapak Supardi warga RT 04 RW 01 Dusun Gayam. Bapak Suwandi memanfaatkan lahannya untuk ditanami padi dan ubi jalar. Sedangkan Bapak Supardi menanam padi dan daun bawang (loncang) di lahannya.

Baca Juga: Harga Turun, Petani Ubi Desa Gayam Merugi

Share and Enjoy !

Shares
HARGA TURUN, PETANI UBI DESA  GAYAM MERUGI

HARGA TURUN, PETANI UBI DESA GAYAM MERUGI

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Para petani ubi Desa Gayam mengeluhkan anjloknya harga ubi jalar hingga Rp 750 per kilogram. Keadaan ini membuat risau para petani ubi karena minimnya harga pasaran. Harga tersebut dirasa tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk pembelian bibit, pupuk, dan ongkos tenaga kerja saat penanaman dan panen.

“Panen kali ini rugi mbak. Cuma Rp 750 per kilogram,” tutur Supardi, salah satu petani ubi di Dusun Kepuh, Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi saat memanen hasil tanamannya. Dalam enam bulan terkahir, harga ubi terus terjun bebas. “Enam bulan lalu harganya mencapai Rp 2.500 per kilogram dan tiga bulan lalu harganya mencapai Rp 1.800 per kilogram,” tutur Supardi.

Supardi menduga, anjloknya harga ubi karena panen hampir bersamaan dengan di daerah lainnya. Supardi mengatakan bahwa dia telah mencabut ubinya dan akan menanam tanaman lain seperti padi. Berbeda dengan Tutik, petani ubi di Dusun Gayam, Desa Gayam Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Tutik belum mencabut ubi dan menunggu perkembangan hingga satu dua bulan kedepan.” Mudah-mudahan harga ubi naik ya mbak bulan depan,” tutur Tutik,

Para petani ubi berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pertanian dapat mencari solusi bersama agar petani tidak dirugikan dengan turunnya harga ubi. Selain itu para petani Desa Gayam juga berharap adanya edukasi untuk meningkatkan kualitas ubi mereka agar berdaya jual tinggi.



Share and Enjoy !

Shares
HARGA PUPUK KIMIA MELAMBUNG, PETANI DESA GAYAM BERALIH KE PUPUK ORGANIK

HARGA PUPUK KIMIA MELAMBUNG, PETANI DESA GAYAM BERALIH KE PUPUK ORGANIK

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin melambung tinggi membuat para petani memutar otak untuk tetap mendapatkan produksi tanaman yang terbaik. Padahal penggunaan pupuk kimia dapat merusak unsur hara di dalam tanah karena banyak pengurai yang mati. Hal tersebut membuat tanah menjadi keras sehingga sulit untuk dicangkul dan penyerapan air tidak tahan lama.

Oleh sebab itu sebagian petani di Desa Gayam beralih menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dapat digunakan untuk semua tanaman. Pupuk organik diperoleh dari kotoran hewan seperti sapi, kerbau, dan kambing. Sebelum digunakan, kotoran tersebut diproses terlebih dahulu dengan cara dicampur dengan beberapa unsur lain seperti tretes, bakteri pengurai, bekatul dan sebagainya. Pupuk organik dapat digunakan setelah diproses selama dua minggu. Apabila pupuk organik tidak diproses terlebih dahulu maka akan banyak bakteri yang menggangu tanaman terutama jamur dan banyak gulma yang tumbuh.

Harga pupuk organik relatif dan sangat terjangkau mulai dari Rp 5000 hinga 20.000. Untuk pupuk yang belum diproses harga berkisar dari Rp 3.000 hingga 10.000. Untuk pupuk yang sudah diproses harganya berkisar Rp 10.000 hingga 20.000. Harga tersebut sangat murah dibandingkan dengan harga pupuk kimia.

Di Desa Gayam banyak peternak hewan seperti sapi dan kambing. Kotoran dari hewan-hewan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Seperti yang dilakukan oleh Bapak Suparno Efendi (39) warga RT 06 RW 03 Dusun Kepuh Desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi menggunakan pupuk organik untuk menanam jagung pada lahan seluas 0,5 hektar dengan pupuk sebanyak 100 karung dengan berat sekitar 40 kg per karungnya.

Share and Enjoy !

Shares
BUNGA TELANG, ‘SI CANTIK’ KAYA MANFAAT

BUNGA TELANG, ‘SI CANTIK’ KAYA MANFAAT

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Wulan Indri (25) warga RT 04 RW 01 Dusun Gayam Desa Gayam Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi telah menjadi petani bunga telang sejak empat bulan terakhir. Bunga cantik berwarna biru keunguan ini memiliki nama latin Clitoria ternatea yang kaya akan antioksidan. Tanaman rambat ini tidak hanya sebagai tanaman hias tapi juga memiliki banyak khasiat.

Selain memiliki antioksidan yang bernama anthocyanins, bunga telang dapat meningkatkan daya ingat, meringankan depresi, mengurangi peradangan, menyehatkan jantung, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bunga telang juga dapat diseduh sebagai minuman dan warnanya yang indah kerap dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami.

Cara penanaman bunga telang cukup mudah. Bibit tanaman bunga telang ditanam dengan jarak 20 hingga 30 cm. Sebelum berusia satu bulan, tanaman bunga telang sebaiknya dilakukan penyiraman setiap hari. Setelah tiga minggu, tanaman bunga telang diberi bambu untuk tempat merambat. Bunga telang tidak boleh disemprot untuk menjaga khasiat dari tanaman tersebut. Apabila anda ingin memberi pupuk, sebaiknya dipupuk pada bagian bawahnya atau pada tanah. Satu bulan kemudian tanaman akan mengeluarkan bunga dan siap untuk di panen. Cara memanen bunga telang pun tidak sembarangan, bunga di petik pada pagi hari karena bunga telang akan mekar pada pagi hari dan menutup pada siang hari.

Untuk tanaman bunga telang yang sudah berusia lebih dari dua bulan tidak membutuhkan terlalu banyak air. Wulan mengatakan bahwa setelah tanaman bunga telang berusia dua bulan, dia menyiram bunga tersebut setiap 2 minggu sekali. Setelah tanaman bunga telang berusia satu tahun, batang yang sudah tua dipotong agar bersemi kembali.

Wulan menanam bunga telang pada lahan dengan luas dua are. Dalam satu hari Wulan dapat memanen sekitar tiga ons bunga telang basah. Bunga telang tersebut kemudian dijemur dibawah terik matahari selama 1,5 hari. Bunga telang yang sudah kering tersebut dapat diseduh dengan air panas. Selain itu bunga telang juga dijual seharga Rp. 20.000 per ons.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian