GOTONG-ROYONG MEMPERBAIKI RUMAH PENDUDUK PASKA HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG

GOTONG-ROYONG MEMPERBAIKI RUMAH PENDUDUK PASKA HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pagi ini ada yang berbeda dengan warga Dusun Munggur, Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Warga nampak sibuk membersihkan puing-puing atap yang roboh karena diterpa hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Minggu (15/11) sore. Pohon Sukun yang melintang di Jembatan Sungai Winong telah di gergaji menggunakan senso sehingga para petani tidak perlu repot lagi ketika hendak pergi ke sawah mereka.

Sebanyak 26 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana ini. Siti Rahmah selaku Kepala Desa Gayam meninjau lokasi kejadian bersama dengan Polsek Kendal, Koramil Kendal, Basarnas dan Tagana. Warga dibantu relawan yang terdiri dari Polsek Kendal, Koramil Kendal, Basarnas dan Tagana bergotong royong menebang kayu yang roboh dan memperbaiki atap rumah warga yang rusak karena diterpa angin.

Sebelumnya, sebagian warga telah memperbaiki atap rumah mereka sesaat setelah angin kencang menerpa. Namun, ada pula warga yang belum selesai memperbaiki atap rumah mereka karena kondisi yang tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, relawan membantu memperbaiki dengan cara naik ke atap rumah. Ada pula yang bertugas membawa genting dari bawah ke atap. Relawan selesai memperbaiki rumah warga sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung menuju ke Aula Kantor Desa Gayam untuk makan siang bersama.

Sementara itu, Ibu Siti Rahmah disela-sela makan siang mengucapkan terimakasih atas kerjasama relawan dalam memperbaiki rumah warga. Selain itu Ibu Siti Rahmah juga mengatakan bahwa gotong-royong ini merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan.

Share and Enjoy !

Shares
HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG RUSAK PULUHAN RUMAH WARGA DESA GAYAM

HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG RUSAK PULUHAN RUMAH WARGA DESA GAYAM

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Desa Gayam, khususnya di Dusun Munggur RT 02, 03 dan 04 pada Minggu (15/11) pukul 15.00 WIB. Menurut kesaksian warga yang bernama Gunasri, hujan turun secara tiba – tiba dan disertai angin kencang selama lima menit. Kejadian tersebut membuat warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, puluhan rumah warga rusak dan puluhan pohon tumbang. Atap rumah warga yang rusak karena angin kencang yaitu rumah Bapak Sunaryo, Sugeng, Hamim, Gunasri, Supeno, Suparno, Supono, Minarto, Ismiyati, Sariyem, Sumirah, Puri, Sukiman dan Penti. Selain itu, pohon besar menimpa rumah Bapak Samsudianto, Supeno, Minarto, dan Ibu Kasiyem. Akibat banyakanya pohon yang roboh, aliran listrik rumah milik warga padam. Pohon sukun yang berukuran besar roboh menimpa jembatan Sungai Winong yang merupakan satu-satunya akses jalan menuju ke persawahan warga. Pohon sengon di pinggiran Sungai Winong banyak yang roboh. Banyak tanaman padi yang roboh dan terancam gagal panen. Total kerugian akibat bencana tersebut mencapai puluhan juta.

Setelah hujan reda, warga bergotong-royong membersihkan puing-puing yang diakibatkan oleh angin dan hujan lebat. Karena waktu sudah sore dan hujan turun lagi maka warga memutuskan untuk melanjutkan kerja bakti di keesokan harinya. Supriyono selaku Kepala Dusun Munggur meninjau lokasi kejadian. Bapak Supriyono menganjurkan agar warga menebang pohon besar yang berada disekitar rumah. Warga dihimbau untuk segera menyelamatkan diri ke tempat yang aman ketika terjadi angin kencang. Apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam, warga diharap segera melapor ke Ketua RT, Kepala Dusun atau Kepala Desa.

Dari kejadian tersebut, Bapak Supriyono dan warga berharap adanya pelatihan penanggulangan bencana alam dari Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi. Hal ini mengingat Desa Gayam terletak di kawasan lereng Gunung Lawu yang sering terjadi bencana alam yaitu banjir, longsor dan angin puting beliung. Dengan adanya pelatihan, diharapkan mampu memberi pengetahuan dan pembekalan kepada warga untuk antisipasi dan menyelamatkan diri pada waktu terjadi bencana alam.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian