MENGUMPULKAN RECEH DEMI KEMAJUAN BERSAMA

MENGUMPULKAN RECEH DEMI KEMAJUAN BERSAMA

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Di era modern ini, tradisi jimpitan masih tetap eksis di Dusun Bulak, Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Jimpitan berasal dari kata ‘jumputan’ atau ‘menjumput’ yang berarti mengambil sedikit. Jimpitan sendiri merupakan sebuah tradisi mengumpulkan iuran rutin dalam bentuk uang dalam suatu wadah berbentuk gelas plastik bekas atau kaleng kecil yang digantungkan di depan atau samping rumah warga di Dusun Bulak.

Suwarno selaku Kasun Bulak mengatakan bahwa tradisi jimpitan adalah kearifan lokal yang dimiliki warga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun kesejahteraan warga secara mandiri.

Jimpitan telah berjalan selama 8 bulan. Secara sukarela warga Dusun Bulak menaruh uang di wadah kecil yang digantung di depan rumahnya. Lalu, petugas ronda bersama Kasun Bulak akan mengumpulkannya setiap sabtu malam.

Uang-uang yang terkumpul menjadi uang kas dusun yang digunakan untuk kesejahteraan warga Dusun Bulak. Saat ini uang kas yang terkumpul digunakan untuk penerangan jalan dusun seperti membeli tiang lampu, kabel dan instalasi listrik.


Share and Enjoy !

Shares

SEMANGAT PEMUDA JADI MODAL UNTUK MEMBANGUN DESA


“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia.”

— Bung Karno

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Sejarah perjalanan bangsa Indonesia sejatinya tidak lepas dari keberadaan dan peran pemuda. Pemuda adalah salah satu komponen penting bangsa ini dalam memajukan pembangunan suatu bangsa. Peranan generasi muda dalam pembangunan sangat penting, bukan saja karena pemuda sebagai lapisan masyarakat paling besar jumlahnya, melainkan pemuda sebagai tonggak harapan bangsa yang besar, dituntut untuk mampu meberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerahnya.

Wujud kontribusi nyata para pemuda Dusun Bulak, Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi terlihat pada kegiatan mengambil jimpitan dari rumah ke rumah, Sabtu (5/12). Semangat demi memajukan pembangunan di Dusun Bulak tak terhalang oleh derasnya hujan di malam itu. Dibawah pimpinan Kasun Bulak, para pemuda yang telah terbagi menjadi beberapa tim yang siap mendatangi rumah warga. Mereka memecah keheningan malam, mengumpulkan receh demi receh untuk kemajuan dusun.

“Kami sebagai pemuda juga punya semangat untuk membangun desa kami. Kami ada dan mampu berkarya,” kata Sujud salah seorang pemuda Dusun Bulak.

“Pemuda itu memiliki pemikiran, tenaga yang besar, semangat, dan kreatifitas untuk bergerak dalam pembangunan di desa. Kegiatan ini sebagai pemantik semangat pemuda untuk membangun desanya sekaligus menjadi upaya meningkatkan peran pemuda dalam membangun negara ini. Saya ingin kedepan uang yang terkumpul tidak hanya untuk penerangan dan kerja bukti, tapi untuk meningkatkan ekonomi warga Dusun Bulak,” ungkap Kasun Bulak Suwarno.


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian