CANTIKNYA RATUSAN KOLEKSI KELADI DAN AGLONEMA MILIK M. WAHYUDI

CANTIKNYA RATUSAN KOLEKSI KELADI DAN AGLONEMA MILIK M. WAHYUDI

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Tanaman Sri Rezeki atau sering disebut aglonema menjadi tanaman yang paling dicari di tengah pandemi. Aglonema juga sering disebut dengan ratu daun karena keindahan daunnya. Aglonema berasal dari aglonema lokal dan aglonema import. Aglonema lokal berasal dari Indonesia sedangkan Aglonema import berasal dari luar negeri seperti Thailand. Bapak Gregori Garnadi Hambali atau lebih dikenal dengan nama ‘Greg Hambali‘ merupakan orang yang berhasil mengawinkan silang tanaman hias aglonema hingga harganya mencapai ratusan juta.

Selain aglonema, ada juga tanaman keladi. Orang-orang pada zaman dahulu menyebutnya dengan gambreng cito. Tanaman keladi booming sejak dua bulan terakhir. Kedua tanaman ini memiliki bentuk daun, warna dan pola yang unik. Hal ini yang membuat banyak orang mengisi waktu senggang mereka dengan memelihara tanaman tersebut di tengah pandemi. Tidak terkecuali Bapak M. Wahyudi warga RT 03 RW 02 Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Pecinta tanaman hias yang akrab disapa dengan panggilan Yudi ini telah mengoleksi dan membudidadyakan tanaman hias khususnya aglonema sejak lima bulan terkahir dan keladi sejak dua bulan terakhir.

Ratusan aglonema dan keladi baik import maupun lokal berjajar dengan rapi di dalam pot. Pak Yudi telah mengoleksi puluhan jenis aglonema antara lain siam aurora, lipstick pink, lipstick golden, lipstick flamingo, ruby pink, ruby ciangmai, red borju, aglonema red anjamani, dut anjamani, dut white, red impresa, emerald, red sumatra, big papa, aglonema rindu, red king, lulaiwan, heng-heng, dan kocin. Pak Yudi juga mengoleksi keladi import yaitu keladi keris dan wayang. Selain itu ada juga keladi red star, tricolor dan masih banyak lagi.

Saat ini Pak Yudi memiliki cikal bakal aglonema baru yang bernama roundum tiger. Harapan ke depan Bapak M. Wahyudi ingin memiliki usaha tanaman hias. Selain tanaman hias, Pak Yudi juga menyukai tanaman buah dan tanaman sayur.

Share and Enjoy !

Shares
SI DAUN EKSOTIS YANG TUMBUH LIAR DI KEBUN WARGA

SI DAUN EKSOTIS YANG TUMBUH LIAR DI KEBUN WARGA

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Adanya pandemi COVID-19 menyebabkan orang untuk tinggal lebih lama di rumah. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi penjual tanaman hias. Pasalnya banyak hobi baru bermunculan di kalangan masyarakat untuk mengisi waktu di rumah seperti  memelihara tanaman hias.

Beberapa hari terkahir, tanaman keladi banyak digemari oleh pecinta tanaman hias. Tanaman yang berasal dari genus caladium ini memiliki daun eksotis yang terdiri dari perpaduan beberapa warna dengan pola yang unik. Tidak hanya menyuguhkan keindahan daun, tanaman keladi memiliki bentuk daun yang  menyerupai simbol hati yang semakin menambah pesona kecantikan dari sang primadona ini.

Saat ini banyak orang berlomba-lomba untuk memelihara berbagai jenis dari tanaman keladi. Banyak penjual tanaman yang menjajakan berbagai jenis tanaman keladi dengan harga bervariasi. Bahkan karena minat konsumen yang tinggi, tanaman keladi kini dijual dengan harga mencapai jutaan rupiah.

Tapi, tahukah kamu jika di musim penghujan ini banyak tanaman keladi yang tumbuh liar di kebun-kebun milik warga Desa Gayam. Warga sekitar menyebut tanaman keladi tersebut dengan Gambreng Cito. Terdapat dua jenis tanaman keladi yang tumbuh liar di kebun-kebun milik warga yaitu Caladium totol atau keladi tricolor dan keladi redstar. Keladi tricolor memiliki bintik-bintik warna-warni pada daunnya sedangkan keladi redstar memiliki corak berbentuk bintang berwanra merah pada bagian tengah daun.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian