PEMBIASAAN PHBS BAGI IBU HAMIL DAN BADUTA

PEMBIASAAN PHBS BAGI IBU HAMIL DAN BADUTA

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Kesehatan mental dan fisik ibu hamil dan menyusui sangat berkaitan. Oleh karena itu, sangat penting menjaga kesehatan fisik dan mental. Karena kesehatan ibu akan berpengaruh pada kesehatan janin dan anak. Suami dan anggota keluarga lainnya perlu saling mendukung untuk menjaga kesehatan fisik dan mental ibu hamil dan ibu menyusui. Agar ibu selalu sehat secara fisik dan mental.

Pengenalan Topik

Terdapat 10 perilaku Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) :

  1. Persalinan di tolong oleh tenaga kesehatan
  2. Memberi ASI ekslusif
  3. Menimbang bayi dan balita
  4. Menggunakan air bersih
  5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
  6. Menggunakan jamban sehat
  7. Memberantas jentik di rumah
  8. Makan buah dan sayur setiap hari
  9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari
  10. Tidak merokok di dalam rumah

Pada masa 1000 hari pertama kehidupa (HPK), sangat penting untuk menerapkan 10 PHBS karena pada masa ini tumbuh kembang anak sedang sangat pesat dan rentan terhadap penyakit. Jika tidak menerapkan PHBS akan beresiko pada gangguan tumbuh kembang termasuk kesehatan anak.

Materi Inti

Materi 1. Langkah-langkah membersihkan puting susu mulai sejak kehamilan hingga menyusui

  • Basahi kedua telapak tangan dengan air atau minyak kelapa
  • Kompres puting susu sampai areola mamae (bagian kecoklatan disekitar puting) dengan air atau minyak kelapa selama 2-7 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu sehingga mudah dibersihkan. Jangan dibersihkan dengan alkohol atau bahan lain yang bersifat iritasi karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
  • Pegangi dua puting susu kemudian tarik dan putar dengan lembut kearah dalam dan luar.
  • Pegang pangkal payudara dengan kedua tangan lalu diurut kearah puting susu sebanyak 30 kali sehari.
  • PIjat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetes susu.
  • Bersihkan kedua puting susu dan sekitarnya dengan handuk kering dan bersih
  • Gunakan bra yang tidak ketat dan bersifat menopang payudara. Jangan menggunakan bra yang ketat dan atau menekan payudara.


Materi 2. Langkah-langkah membersihkan mulut dan gusi pada baduta

  • Gunakan kain katun lembut dan celupkan pada air hangat
  • Gunakan air yang tidak terlalu panas karena bisa mengiritasi rongga mulut bayi dan kuncu prasa yang dapat mengganggu perilaku makan dan minum yang normal.
  • Membuka mulut bayi dengan cara menurunkan ujung bibir bayi
  • Pada beberapa bayi, mungkin sisa makanan pada lidah akan susah untuk dihilangkan. Jika ini terjadi, seka lidah dengan pasta gigi dengan ukuran sebiji jagung. Sisa makanan yang tidak bersih sempurna akan meningkatkan resiko pertumbuhan bakteri di mulut bayi.
  • Penting untuk membilas mulut bayi dengan benar untuk membersihkan sisa pasta gigi di mulut sampai tuntas supaya tidak tertelan.

Materi 3. Mengajarkan anak untuk BAB dan BAK pada tempatnya.

  • Setelah selesai BAK atau BAB , ajari anak untuk membersihkan alat kelaminnya. Untukanak perempuan ajari untuk membasuh alat kelaminnya menggunakan tangan kiri dimulai dari arah depan vagina kemudian kebagian anus. Hal ini bertujuan untuk mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke vagina. Untuk anak laki-laki, ajari untuk mengarahkan penisnya kearah bawah pispot agar air seni tidak menyiprati bagian depan tempat duduk pispot. Ajari juga anak anda untuk membersihkan penisnya menggunakan air usai melakukan BAK
  • Bantu anak untuk menekan tombol flash usai buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB)
  • Jika menggunakan pispot, ajak anak melihat pembuangan air seni atau tinja dari pispot ke closet. Hal tersebut agar anak tau tempat pembuangan akhir air seni atau tinja adalah di closet .
  • Sebelum memakai pakaian dalam, ajari dan biaskan anak untuk mengeringkan daerah sekitar alat reproduski dengan kain atau handuk yang kering.
  • Ajari anak untuk mencuci tangan dengan benar usai menggunakan toilet
  • Selama proses ini jangan meninggalkan anak sendiri tanpa pengawasan di dalam kamar mandi atau toilet demi menghindari kecelakaan seperti kepleset.

Materi 4. Langkah-langkah cuci tangan pakai sabun.

  • Telapak dengan telapak tangan
  • Telapak kanan diatas tangan kiri dan telapak kiri diatas punggung tangan kanan
  • Telapak dengan telapak dan jari terkait
  • Letakkan punggung jari dengan dengan telapak satunya dengan jari saling mengunci
  • Jempol kanan digosok memutar oleh telapak kiri dan sebaliknya
  • Jari kiri menguncup, gosok memutar kekanan dan kekiri pada telapak kanan dan sebaliknya
  • Pegang pergelangan tangan kanan dan kiri, dan sebaliknya gerakkan memutar

Materi diberikan oleh Bapak Isbani (PLKB Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi )


Share and Enjoy !

Shares
JELANG PILKADA 2020, PENYELENGGARA ADHOC DI DESA GAYAM DI-RAPID TEST

JELANG PILKADA 2020, PENYELENGGARA ADHOC DI DESA GAYAM DI-RAPID TEST

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan petugas ketertiban di Desa Gayam menjalani rapid test di Aula Kantor Kecamatan Kendal, Sabtu (28/11). Rapid test tersebut diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi untuk antisipasi penularan virus COVID-19 dan menjamin pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi yang sehat pada 9 Desember 2020 mendatang.

Sebanyak 4 desa di Kecamatan Kendal mengikuti rapid test pada hari tersebut. Desa-desa tersebut antara lain Desa Gayam, Ploso, Kendal dan Majasem. Desa Gayam mendapat giliran untuk mengikuti rapid test pukul 09.00 – 09.30 WIB. Peserta rapid test mengantri dan dipanggil satu-persatu untuk di rapid test oleh petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kendal. Sejumlah 60 peserta rapid test dari Desa Gayam telah mengikuti rapid test yang hasilnya akan diumumkan pada Selasa (1/12).


Baca Juga:

Share and Enjoy !

Shares
SOSIALISASI PERBUP NGAWI NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK

SOSIALISASI PERBUP NGAWI NOMOR 14 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Kantor Camat Kendal menyelenggarakan sosialisasi Peraturan Bupati (PERBUP) Ngawi Nomor 14 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Ngawi Nomor 10 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Senin (16/11). Sosialisasi tersebut diselenggarakan pukul 08.30 WIB bertempat di Pendopo Kecamatan Kendal. Sosialisasi dibuka oleh Kusnu Heri Purwanto, SE, MM selaku Camat Kendal dan dihadiri oleh unsur kecamatan, narasumber dan kepala desa se-Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi. Hadir narasumber dari Kejaksaan, Kepolisian, Bagian Hukum, Bagian Hukum SatPol PP Kab. Ngawi dan Dinas Kesehatan Ngawi.

Materi sosialisasi yang disampaikan antara lain

  • KTR merupakan ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan Produk Tembakau.
  • Tujuan penetapan KTR adalah
    • memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan/atau perokok pasif;
    • memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat;
    • melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung;
    • menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, bebas dari asap rokok;
    • memenuhi rasa aman/nyaman pada orang lain;
    • meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat; dan
    • menurunkan angka perokok aktif dan mencegah perokok pemula.
  • KTR meliputi:
    • fasilitas pelayanan kesehatan;
    • tempat proses belajar mengajar;
    • tempat bermain anak;
    • tempat ibadah;
    • angkutan umum.
  • Larangan tentang merokok antara lain
    • setiap orang dilarang merokok di KTR;
    • setiap orang/badan dilarang memproduksi, menjual, mengiklankan dan/atau mempromosikan produk tembakau di KTR;
    • larangan sebelumnya tidak berlaku bagi tempat yang digunakan untuk kegiatan produksi dan penjualan produk tembakau di lingkungan KTR;
    • setiap penyelenggara kegiatan yang disponsori oleh produk tembakau dan/atau bertukuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan pelajar atau anak dengan usia dibawah 18 tahun;
    • setiap orang/badan yang menjual produk tembakau di tempat umum dilarang untuk memperlihatkan jenis dan produk tembakau;
  • Masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berperan serta dalam usaha terwujudnya KTR. Masyarakat bertanggung jawab untuk mewujudkan KTR di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Sosialisasi tersebut berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Masyarakat tidak dilarang untuk merokok, tapi lebih menekankan untuk tidak merokok pada KTR dan menjadikan kawasan rumah tanpa rokok. Di akhir acara, seluruh tamu undangan diberi stiker KTR untuk ditempel di ruangan kantor desa yang dijadikan KTR.

Baca Juga:

SOSIALISASI PILBUP NGAWI TAHUN 2020 BERBASIS FORUM WARGA.

HASIL PEMILIHAN TUKANG KEBUN DESA GAYAM

GOTONG-ROYONG MEMPERBAIKI RUMAH PENDUDUK PASKA HUJAN LEBAT DISERTAI ANGIN KENCANG.

Share and Enjoy !

Shares
BIDAN DESA GAYAM LAKUKAN PELATIHAN SENAM IBU HAMIL

BIDAN DESA GAYAM LAKUKAN PELATIHAN SENAM IBU HAMIL

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pelatihan senam ibu hamil di Desa Gayam dilaksanakan pada Jumat (9/10/2020) pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula Kantor Desa Gayam dengan dihadiri oleh 11 ibu hamil dan Bidan Desa selaku instruktur senam. Tujuan senam ibu hamil adalah untuk memperlancar proses persalinan melalui latihan bagian tubuh yang akan paling banyak berperan dalam proses persalinan seperti tulang panggul, otot perut, dan otot paha. Dengan demikian ibu hamil diharapkan mampu melakukan persalinan normal dengan lancar.

Ibu Yuni selaku bidan Desa Gayam mengatakan bahwa melalui senam diharapkan ibu hamil dapat lebih mengontrol emosi yang tidak stabil selama kehamilan dan mengatasi rasa takut saat proses melahirkan. Untuk itu senam ibu hamil yang baik dan teratur sangat dianjurkan bagi setiap ibu hamil agar proses kehamilan dan persalinan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Share and Enjoy !

Shares
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA PLENO PPS DESA GAYAM

PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 PADA PLENO PPS DESA GAYAM

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Penerapan protokol kesehatan sangatlah penting untuk mengantisipasi penularan COVID-19. Pemerintah meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga jarak dan memakai masker setiap beraktifitas. Hal ini diterapkan pada setiap rapat pleno PPS Desa Gayam.

Peserta rapat pleno wajib menggunakan masker. Sebelum memasuki ruangan, peserta rapat pleno diwajibkan untuk mencuci tangan dan dicek suhunya oleh panitia. Setelah memasuki ruangan, peserta dapat duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan oleh panitia dimana kursi-kursi tersebut sudah diatur jarakanya. Panitia PPS Desa Gayam sepakat untuk menerapkan protokol kesehatan setiap kali mengadakan rapat pleno untuk mencegah penularan COVID-19.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian