POTRET MEMPESONA TANAMAN BONSAI

POTRET MEMPESONA TANAMAN BONSAI

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Bonsai merupakan miniatur pohon yang ditanam didalam pot atau tanaman yang dikerdilkan. Bonsai merupakan seni yang berasal dari Jepang. Di Jepang, bonsai digunakan sebagai warisan yang mana semakin tua usianya maka semakin bagus. Tanaman bonsai mulai merambah tanah air sejak tahun 1980. Di Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi terdapat kelompok petani Bonsai yang bernama Paguyuban Bolo Bonsai Kendal yang telah berdiri sejak empat bulan yang lalu dengan jumlah anggota 25 orang.

Ari Sukamto (31) warga RT 03 RW 01 Desa Gayam merupakan petani yang menggeluti tanaman hias jenis bonsai sejak tiga tahun lalu. Jenis tanaman bonsai lokal yang dikoleksinya adalah serut, wahong, loak, dan sisir. Sedangkan jenis tanaman bonsai impor yang dikoleksi antara lain sancang dari Taiwan, beringin kimeng dari Taiwan, anting putri dari Vietnam, sianci dari Taiwan dan waru dari Taiwan.

Proses pembuatan tanaman bonsai mulai dari pengambilan bibit dari alam sampai terbentuknya design membutuhkan waktu minimal satu tahun dengan kondisi subur. Semua tanaman bisa dijadikan bonsai. Tapi, untuk medaptkan hasil yang maksimal pilihlah tanaman yang daunnya bisa mengecil dan juga memiliki umur yang panjang.

Untuk membuat bonsai, Ari Sukamto mengambil bibit dari alam dengan cara didongkel, cangkok, stek dan semai biji. Khusus untuk semai biji, biji ditanam di tanah. Proses pertumbuhan biji di tanah lebih cepat daripada didalam pot karena nutrisi didalam pot terbatas. Apabila target tanaman sudah terepnuhi maka tanaman tersebut dipindah ke dalam pot untuk selanjutnya di konsep design. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal petani bonsai harus memahami anatomi pohon seperti cabang, batang, akar, dan ranting dalam mendesaign tanaman bonsai. Setiap pohon memiliki style yang berbeda – beda misalnya pohon tegak lurus, miring, pohon ambruk dan sebagainya yang bisa menjadi andalan dalam membuat design. Misalnya pohon beringin cenderung menonjolkan kekekaran akarnya atau termasuk gaya tegak dan tanaman serut dapat menggunakan gaya abstrak atau gaya bebas yang diadopsi dari alam.

Ketika tanaman sudah dimasukkan kedalam pot maka membutuhkan nutrisi yang seimbang. Tanaman Bonsai dipupuk menggunakan pupuk Dekastar atau NPK. Pemberian pupuk Dekastar dalam jumlah banyak tidak akan berpengaruh pada pertumbuhan bonsai. Sedangkan penggunaan Urea dan ZA membuat daun-daunnya gosong. Selain itu ada pula yang menggunakan pupuk kandang dan fermentasi. Untuk media tanam dapat meggunakan media tanah biasa, pasir kali dan tanah humus yang berasal dari gunung atau diperoleh dibawah pohon bambu. Saat ini penggunaan pasir malang sedang menjadi tren di kalangan petani Bonsai.

Saat ini hanya sedikit tanaman dari alam yang bagus. Sehingga banyak petani yang membudidayakan tanaman dalam jumlah banyak di tanah. Ari Sukamto melakukan budidaya tanaman dalam jumlah banyak sejak satu tahun terkahir. Namun, di Jogja dan Sragen sudah membudidayakan tanaman sejak 10 tahun yang lalu. Selain itu budidaya dalam jumlah banyak dilakukan karena apabila kurang maksimalnya hasil yang diperoleh dari alam dan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Pembuatan tanaman bonsai lebih bagus pada musim kemarau karena mendapatkan sinar matahari yang cukup, namun bonsai-bonsai tersebut harus harus mendapatkan air yang cukup. Kendala yang dialami oleh petani bonsai adalah kondisi yang terlalu lembab, kurangnya sinar matahari dan searangan hama seperti ulat dan cambuk.

Keindahan bonsai bisa dilihat dari dahan, ranting, daun dan akar pohonnya, dan juga pot yang digunakan berukuran sangat kecil. Nilai jual tanaman bonsai dapat dilihat dari jenis tanaman, ukuran dan designnya. Semakin indah designnya maka harganyapun semakin mahal. Ari Sukamto mengatakan bahwa harga bonsai yang dijualnya bervariasi. Bibit tanaman bonsai dijual seharga Rp 5.000 sd 100.000, bibit di tanah dan dipastikan sudah siap untuk dikembangkan dijual seharga Rp 50.000 sd 500.000, bonsai sudah didesign dijula seharga Rp100.000 sd 5.000.000. Adanya pandemi COVID -19 tidak mempengaruhi pendapatan dari Ari Sukamto. Dalam satu bulan Ari mendapat pemasukan 700.000 hinga 1.500.000 dari penjualan bonsai. Dengan adanya tanaman bonsai banyak bermunculan pengrajin pot.

Ari Sukamto memanfaatkan tanaman bonsai untuk bisnis, hiasan dan juga mengikuti ajang perlombaan. Penilaian perlombaan tanaman bonsai tidak hanya dari segi keindahan tapi juga kriteria anatomi pohon. Tanaman bonsai Ari Sukamto sudah pernah mengikuti perlombaan yang diadakan di Sragen dan edukasi di Ngrambe, Ngawi. Ari Sukamto mendapatkan sertifikat B untuk tanaman bonsainya.

Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian