Surat Edaran (SE) Bupati Ngawi Nomor 065/01.103/404.011/2021

Surat Edaran (SE) Bupati Ngawi Nomor 065/01.103/404.011/2021

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Bupati Ngawi selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ngawi kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 065/01.103/404.011/2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi pada Rabu (27/1).

Surat tersebut diterbitkan dalam rangka meningkatkan dukungan dan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Ngawi, dunia usaha dan stakeholder terkait upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Ngawi.

Mengenai hal-hal tertuang dalam SE sebagai berikut :

A. KEBIJAKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT

  1. Membatasi tempat/kerja perkantoran :

a. Pada lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan menerapkan kerja dari rumah (Work From Home /WFH) sebesar 75% dan kerja dari kantor (Work From Office / WFO) sebesar 25% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, sedangkan pengaturannya diserahkan kepada Kepala OPD:

b. Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdomisili di luar Kabupaten Ngawi
wajib melaksanakan kerja dari rumah (Work From Home /WFH); Aparatur Sipil Negara (ASN) yang melaksanakan tugas pada Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, UPT Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah dan Pejabat Eselon 2 tetap melaksanakan kerja dari kantor (Work From Office/WFO).

  1. Pada Instansi Vertikal. BUMN, BUMD. Perusahaan dan Sektor Swasta lainnya menerapkan kerja dari rumah (Work From Home / WFH) dan kerja dari kantor (Work From Office / WFO) sesuai kebutuhan pelayanan yang dperlukan dan dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat;
  2. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring / online;
  3. Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;
  4. Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan :

a Menghentikan kegiatan sosial budaya, meliputi acara pernikahan dan selamatan/kenduri, bancakan dan sejenisnya:

b. Alun-alun, Trotoar Kartonyono, tempat hiburan dan tempat wisata lainnya ditutup 24 jam;

C. Kegiatan Restoran/Rumah Makan/Warung Makan PKL dan usaha sejenisnya untuk makan minum di tempat dibatasi sebanyak 25% dari kapasitas tempat dan untuk layanan makanan melalui pesan-antat/dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 21.00 WIB; dan

d. Jam operasional untuk Pusat Perbelanjaan/Toko Modern/Grosir/Toko Kelontong dan usaha sejenisnya sampai dengan pukul 20.00 WIB.

  1. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan
    protokol kesehatan secara lebih ketat;
  2. Mengizinkan tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat; dan
  3. Mengoptimalkan kembali posko satgas Covid-19 di tingkat kecamatan sampai dengan kelurahan/desa.

B. TINDAKAN YANG PERLU DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT DAN STAKEHOLDER TERKAIT

  1. Meningkatkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer menjaga Jarak, dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan);
  2. Memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU), maupun tempat isolasi/karantina);
  3. Mengaktifkan kembali kampung tangguh di masing-masing wilayah;
  4. Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngawi agar berkoordinasi dengan Kepolisian Resor Ngawi dan Komando Distrik Militer 0805 Ngawi guna meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

C. JANGKA WAKTU PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT

Pada pelaksanaannya, SE Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngawi ini, berlaku pada tanggal 27 Januari 2021 sampai batas waktu hingga pemberitahuan lebih lanjut.


Share and Enjoy !

Shares
Surat Keputusan Gubernur Jatim No. 188/34/KPTS/013/2021

Surat Keputusan Gubernur Jatim No. 188/34/KPTS/013/2021

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Gubernur Jawa Timur kembali mengeluarkan keputusan dengan Nomor 188/34/KPTS/013/2021 per tanggal 26 Januari 2020, Tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019.

Keputusan tersebut atas pertimbangan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 02 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Dalam keputusan ini, 18 kabupaten atau kota diwajibkan menerapkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kabupaten dan kota tersebut meliputi :

a. Kota Surabaya;
b. Kabupaten Sidoarjo
c. Kabupaten Gresik
d. Kota Malang:
e. Kabupaten Malang:
f. Kota Batu;
g. Kota Madiun
h. Kabupaten Madiun;
i. Kabupaten Lamongan;
j. Kabupaten Ngawi;
k. Kabupaten Blitar;
l. Kabupaten Mojokerto:
m. Kota Mojokerto;
n. Kabupaten Nganjuk;
o. Kabupaten Kediri:
p. Kabupaten Magetan;
q. Kabupaten Ponorogo; dan
r. Kabupaten Trenggalek.

Sedang, PPKM dimaksud yaitu :

a. membatasi tempat/kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75% (tujuh puluh lima persen) dan Work From Office (WFO) sebesar 25% (dua puluh lima persen) dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat;

b. melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online;

c. untuk sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan: makanan, minuman; energi: komunikasi dan teknologi Informasi keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan; konstruksi; industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai obyek vital nasional dan obyek tertentu; serta kebutuhan sehari hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% (seratus persen) dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

d. melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan:

  1. kegiatan restoran (makan/minum di tempat sebesar 25% (dua puluh lima persen)) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran; dan
  2. jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 20.00 WIB.

e. mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% (seratus persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

f. mengizinkan tempat ibadah untuk melaksanakan ibadah dengan pengaturan pembatasan kapasitas sebesar 50% (lima puluh persen) dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat;

g. kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan diberhentikan sementara;

h. Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum sesuai kondisi wilayah masing-masing; dan

i. mengoptimalkan kembali posko satgas COVID-19 tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, sampai dengan desa.

Keputusan Gubernur juga memerintahkan kabupaten atau kota lebih mengintensifkan kembali protokol kesehatan (menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau handsanitizer, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan yang bepotensi menimbulkan penularan), serta memperkuat kemampuan tracking, sistem dan manajemen tracing perbaikan treatment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan (tempat tidur, ruang Intensive Care Unit (ICU). dan tempat isolasi/karantina) sesuai dengan Peraturan Daerah dan/atau Peraturan Bupati/Walikota masing – masing.

Selanjutnya, kabupaten atau kota yang telah ditentukan tersebut, diperintahkan meningkatkan pengawasan, operasi yustisi, dan penegakan hukum lainnya yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja berkoordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia.

Untuk Kabupaten atau kota di Jawa Timur yang tidak termasuk dalam Peraturan gubernur dimaksud, tetap memperkuat dan meningkatkan sosialisasi dan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19.

Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/34/KPTS/013/2021 Tentang Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 ini berlaku pada tanggal 26 Januari 2021 sampai dengan 8 Pebruari 2021.

34-KEPGUB-Perpanjangan-PPKM-FIX


Share and Enjoy !

Shares
PENUNDAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA SD DAN SMP KABUPATEN NGAWI

PENUNDAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA SD DAN SMP KABUPATEN NGAWI

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pembelajaran tatap muka jenjang SD dan SMP di Kabupaten Ngawi yang rencananya akan dilaksanakan pada Januari 2021 ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dengan pertimbangan penyebaran COVID-19 yang terus bertambah.

Dinas Kesehatan Ngawi mencatat, hingga Minggu (3/1), jumlah kasus Covid-19 di Ngawi mencapai 639 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 488 orang dinyatakan sembuh, dirawat 113 orang, dan meninggal 38 orang.

Ketua Satgas COVID-19 Ngawi Budi Sulistyono memerintahkan penundaan pembelajaran tatap muka karena masifnya persebaran COVID-19. Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pendidikan mengeluarkan surat edaran pada tanggal 3 Januari yang menjelaskan bahwa pelaksanaan pembelajaran semester genap tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) menggunakan aplikasi SIMPEL Dinas Pendidikan Ngawi.


Share and Enjoy !

Shares
SOSIALISASI SURAT EDARAN BUPATI NGAWI TENTANG ANTISIPASI PENYEBARAN COVID

SOSIALISASI SURAT EDARAN BUPATI NGAWI TENTANG ANTISIPASI PENYEBARAN COVID

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Kanit Intel Ibda Syarif dan Bripka Ariyanto dari Polsek Kendal, Ngawi memberikan sosialisasi tentang Surat Edaran (SE) Nomor 556/6698/1404.115/2020 tentang Antisipasi Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pada Masa Libur / Cuti Bersama Tahun Baru 2021 pada Rabu (30/12) di Kantor Desa Gayam, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi.

Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Ngawi, Lurah / Kepala Desa se-Kabupaten Ngawi, Pengelola Usaha Pariwisata dan Pelaku Usaha

Sedangkan, SE Bupati Ngawi ini didasarkan pada Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019, Peraturan Bupati Ngawi Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Dalam Rangka Pencegahan Dan Pengendalian Covid 19 dan Surat Telegram Kapolri Nomor : STR/923/XIVOPS 2/2020 tanggal 16 Desember 2020

Surat tersebut dimaksudkan guna menekan dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 pada libur Tahun Baru 2021 dengan menetapkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Menutup sementara seluruh tempat wisata, tempat hiburan dan cafe mulai hari Kamis tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 03 Januari 2021.
  2. Menutup kawasan Alun Alun dan Jalan Yos Sudarso pada tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 02 Januari 2021 termasuk para pedagang yang berada dikawasan tersebut untuk sementara dilarang berjualan mulai pukul 16.00 24.00 WIB
  3. Masyarakat dilarang menyelenggarakan acara perayaan pergantian malam Tahun Baru (2020-2021) yang bisa menimbulkan keramaian.
  4. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten, Kecamatan dan Desa /Kelurahan agar mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsinya.
  5. Menugaskan OPD yang membidangi, Camat, Kepala Desa/Lurah untuk menyebarluaskan surat edaran ini kepada masyarakat luas baik melalui media masa maupun media elektronik.
  6. Menugaskan Kepada Satpol PP untuk berkordinasi dengan pihak keamanan ( TNI dan POLRI ) untuk melaksanakan patroli dalam rangka pengawasan pelaksanaan Surat Edaran dimaksud.

Kepala Desa Gayam menghimbau agar warga Desa Gayam merayakan tahun baru 2021 di rumah dengan maksud agar tidak terjadi kasus penularan Covid-19 secara masif. Semuanya dimaksudkan agar tidak menimbulkan interaksi kerumunan yang dapat berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.


Share and Enjoy !

Shares
ALUN – ALUN DAN TEMPAT WISATA DI KAB. NGAWI DITUTUP SEMENTARA JELANG TAHUN BARU

ALUN – ALUN DAN TEMPAT WISATA DI KAB. NGAWI DITUTUP SEMENTARA JELANG TAHUN BARU

GAYAM.NGAWIKAB.ID – Pergantian tahun tinggal hitungan hari. Dalam rangka mencegah persebaran virus COVID-19 di Ngawi, Kapolres Ngawi dan Bupati Ngawi menyepakati hasil rapat koordinasi yang menyatakan seluruh tempat wisata di Kab. Ngawi dan Alun – Alun Kota Ngawi ditutup mulai tanggal 31 Desember 2020 s/d 3 Januari 2021.

Selain itu, rapat koordinasi menyimpulkan bahwa

  • Patroli akan dilakukan di sejumlah obyek wisata.
  • Konvoi liar dibubarkan atas dasar Maklumat RI.

Bhabinkamtibmas Desa Gayam Brigadir Puguh Pujiono menghimbau agar warga Desa Gayam melakukan perayaan tahun baru di rumah saja demi mencegah penyebaran COVID-19.

SE-MalTaBar-2021-Fix


Share and Enjoy !

Shares
id_IDIndonesian